Aku di lahirkan di Ulm, Kerajaan Württemberg, Jerman tanggal 14 maret 1879. Ayahku pedagang kasur buli, tahun 1880 bosnisnya gagal sehingga aku pindah ke Munich. Di kota oni, ayah dan pamanku mendirikan perusahaan instalasi gas dan air.
Sewaktu kecil aku suka menyendiri dan banyak orang beranggapan aku terbelakang. Aku adalah penderita disleksia dan dan sindrom asperger. Ternyata susunan otakku tak biasa seperti orang normal. Disleksia membuat aku lambat dalam berbicara, menulis, dan membaca. Tapi dengan penyakit itu, aku bisa berpikir lebih dalam mengenai ruang dan waktu. Jangan mengira aku selalu sukses dan berhasil. Aku pernah gagal mendapatkan pekerjaan mengajar.
Tahun 1904, aku menulis tentang dasar fisika modern. Banyak fisika yg setuju ketiga hasil tulisanku (tentang gerak brownian, efek fotolistrik, dan relativitas khusus) patut mendapatkan Nobel. Tapi ternyata hanya efek fotolistrik yang mendapatkan penghargaan. Tahun 1921, akhitnya aku merasa puas dengan kerja keras yg membuahkan penghargaan tinggi, yaitu meraih hadiah Nobel dibidang ilmu Fisika karena teori relativitas dan mengembangkan teori kantum dan medan menyatu. Tapi, aku menangis sangat pilu dalam hati karena melihat karya terbesarku, yaitu teori relativitas, di gunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Teoriku yg paling terkenal adalah rumus E=mc2.
Senin, 19 Agustus 2013
Albert einstein
Vardzia, kota didalam gua
Kota Vardzia, yang terletak di pegunungan Erusheli di daerah selatan Geoegia, yang merupakan perbatasan antara Eropa Timur dengan Asia Barat, merupakan sebuah bangunan pertahanan yang dibangun di dalam gua. Namun karena sangat luas, maka bangunan ini bisa disebut kota. Kota batu yg di bangun oleh Ratu Tamar, putri dari Raja George III ini menyatukan 550 gua yang berada di atas sungai Kuro. Kotavyg didirikan saat Sang Ratu masih berusia 25 tahun ini juga memiliki 13 tingkat dan 6000 ruangan. Kota ini juga dilengkapi oleh kapel doa dan singgasana serta saluran irigasi untuk pertanian. Awalnya kota yg dibangun pada tahun 1185 ini digunakan sebagai pertahanan bangsa Georgia dari bangsa Mongolia. Ratu Tamar sendiri memiliki 366 ruangan pribadi untuk mengecoh musuh bila berhasil masuk ke kota tersebut. Satu - satunya jalan masuk ke kota ini adalah sebuah saluran sumur rahasia yang terletak di dekat sungai Mtkvari. Lambat laun kota ini berganti fungsi menjadi kawasan religi tempat tinggal sekitar 2000 pendeta. Sayangnya dua pertiga kota ini hancur akibat gempa yang melanda kawasan tersebut pada tahun 1283. Namun hingga saat ini masih ada sejumlah pendeta yang tinggal di kota tersebut.